Pelajaran Jepang Setelah Gempa M7,9 – 100 Ribu Orang Tewas

by -183 Views

Pada tanggal 20 Juli 2025, gempa bumi berkekuatan M8,7 skala Richter mengguncang wilayah Kamchatka, Rusia. Gempa tersebut dipicu peringatan tsunami di beberapa wilayah termasuk Kepulauan Pasifik, Rusia, dan Jepang. Berdasarkan laporan The Guardian, peringatan tsunami dikeluarkan untuk Kepulauan Mariana Utara dan Jepang dengan wilayah terdekat dari pusat gempa.

Peringatan diberikan agar masyarakat menjauh dari pantai dan tidak memasuki laut karena diperkirakan gelombang tsunami setinggi satu meter akan menyapu sejumlah wilayah. Di Jepang, evakuasi warga dilakukan sebagai respons cepat atas peringatan tersebut. Respons sigap ini mencerminkan kesiapan Jepang dalam menghadapi bencana alam, yang menjadi fokus setelah tragedi Gempa Kanto 1923 yang menewaskan 100 ribu orang.

Jepang, yang sering mengalami gempa bumi karena letaknya di zona pergerakan lempeng tektonik, pada awalnya abai terhadap ancaman bencana alam. Namun, Gempa Kanto 1923 menjadi titik balik yang membuat Jepang memperbaiki sistem mitigasinya. Langkah-langkah seperti memasukkan pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum sekolah dan menetapkan aturan baru dalam pembangunan infrastruktur dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Perubahan budaya ini membutuhkan waktu dan konsistensi hingga akhirnya Jepang menjadi negara yang siap menghadapi gempa dengan baik. Hal ini terbukti saat gempa bumi M8,7 melanda Kamchatka pada 30 Juli 2025. Kini, Jepang dikenal sebagai negara yang tangguh dalam menghadapi bencana alam, dengan pembelajaran berharga dari masa lalu yang masih relevan hingga saat ini. CNBC Insight mencatat bahwa kisah ini memperlihatkan nilai-nilai berharga yang bisa dijadikan pelajaran dari sejarah.

Source link