Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmennya untuk mendukung peran ilmuwan Indonesia di panggung global. Beliau berharap untuk memperkuat kerja sama antara peneliti Indonesia dengan ilmuwan internasional guna mendorong kemajuan negara. Kolaborasi tersebut dianggap akan menjadi kunci dalam meningkatkan posisi Indonesia sebagai negara maju. Presiden juga menekankan pentingnya kehadiran ilmuwan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius dalam lima tahun mendatang.
Visi Presiden juga sejalan dengan Asta Cita, terutama dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dalam rangka mendukung fokus pada kemajuan ilmiah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Konvensi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025 (KSTI). Acara ini dianggap sebagai platform penting untuk mengumpulkan para ahli ilmiah terbaik Indonesia, terutama dalam bidang STEM.
Dengan tema “Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Keadilan,” KSTI 2025 bertujuan sebagai forum kolaboratif yang menghubungkan berbagai pihak, termasuk akademisi, industri, pemerintah, media, dan masyarakat sipil. Acara tersebut berhasil menarik lebih dari 2.000 ilmuwan dari seluruh Indonesia. Inisiatif Presiden ini diharapkan dapat menyatukan para peneliti dan akademisi terkemuka demi visi bersama dalam memajukan bangsa. Melalui upaya bersama ini, diharapkan Indonesia dapat mempercepat transformasi menjadi ekonomi industri bernilai tambah tinggi.
