Kawasan Asia Tenggara memiliki sejarah panjang penjajahan oleh bangsa Eropa mulai dari abad ke-16 hingga abad ke-20. Negara-negara di kawasan ini, kecuali Thailand, pernah mengalami penjajahan dengan berbagai alasan seperti monopoli rempah-rempah, penguasaan sumber daya alam, dan jalur perdagangan strategis antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia merupakan salah satu negara yang paling lama dijajah, dimulai dari kedatangan Portugis pada 1512 hingga kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, dan Brunei Darussalam juga memiliki sejarah penjajahan yang panjang oleh bangsa Eropa, seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris.
Namun, Thailand menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh bangsa Barat. Ini berkat kecerdikan Raja Mongkut dan Raja Chulalongkorn yang menerapkan diplomasi cerdas dan modernisasi. Thailand menjadi negara penyangga antara koloni Inggris dan Prancis, menjadikannya strategis untuk tetap merdeka. Sejarah kolonialisme di Asia Tenggara meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat, namun juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga kedaulatan, bekerja sama, dan membangun kawasan yang damai dan sejahtera.
Setiap negara di ASEAN memiliki hari kemerdekaan sebagai simbol perjuangan melawan penjajahan. Peringatan ini mengingatkan akan tekad untuk berdiri di atas kaki sendiri dan membangun masa depan yang lebih baik. Thailand yang tidak pernah dijajah menjadi contoh bahwa dengan strategi yang cerdas dan tekad yang kuat, sebuah negara dapat mempertahankan kemerdekaannya. Sejarah penjajahan memberikan banyak pelajaran berharga bagi negara-negara ASEAN dalam menjaga identitas dan martabat bangsa.




