Tentara AS Serang Aceh, 500 Orang Tewas: Peristiwa Terbaru

by

Pada Februari 1831, Aceh menjadi saksi serangan tentara Amerika Serikat yang dilancarkan oleh Pasukan USS Potomac di wilayah Kuala Batu. Serangan ini dipimpin oleh Kapten John Downes, yang menyamar sebagai pedagang Belanda untuk melancarkan operasi militer rahasia. Presiden Amerika Serikat saat itu, Andrew Jackson, memberikan perintah ‘siaga tempur’ kepada Pasukan USS Potomac setelah kapal dagang milik Amerika, Friendship, diserang oleh warga Kuala Batu saat melakukan pembelian lada.

Sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, Jackson memerintahkan Downes untuk bertindak dan melindungi kapal-kapal dagang AS di perairan Hindia Timur. Downes, yang dikenal sebagai komandan tempur tangguh, segera mempersiapkan operasi militer dengan memuat 300 tentara dan meriam ke dalam kapal Potomac. Kapal ini menyamar sebagai kapal dagang Belanda untuk tidak menimbulkan kecurigaan selama pelayaran menuju Aceh.

Ketika USS Potomac tiba di Aceh, Downes dan pasukannya menyusun siasat dan melancarkan serangan mendadak ke permukiman warga Kuala Batu. Meskipun warga sempat melawan, mereka kalah total karena tidak siap perang dan mengira tentara AS datang untuk berdagang. Serangan ini memicu perubahan drastis dalam opini publik Amerika Serikat, dari pujian sebagai pahlawan menjadi kecaman sebagai pembunuh biadab.

Meskipun Presiden Jackson berhasil meredam kritik tersebut, sejarah mencatat luka yang diakibatkan oleh serangan USS Potomac ke Aceh. Serangan tersebut juga membuka jalan bagi invasi Belanda ke Aceh beberapa tahun kemudian, mengubah sejarah Aceh secara drastis. Melalui kisah ini, CNBC Insight ingin mengangkat nilai-nilai kehidupan dari masa lalu yang masih relevan sebagai pelajaran berharga untuk masa kini.

Source link