Ekspor 7 Ton Emas RI ke Makau: Dijual di Pusat Judi Dunia

by

Sangat penting bagi sebuah negara untuk memiliki cadangan kas yang mencukupi untuk menjalankan program dan kebijakan pemerintah. Namun, apa yang terjadi ketika kas negara kosong? Hal ini terjadi di Indonesia 80 tahun yang lalu, pada masa awal kemerdekaan. Pemerintah saat itu hampir tidak memiliki uang untuk mengelola pemerintahan dikarenakan juga sedang berperang melawan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan.

Untuk mengatasi keadaan darurat ini, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual secara rahasia sumber daya alam, termasuk emas, ke luar negeri. Langkah ini diambil untuk mengisi kas negara, namun harus dilakukan secara sangat sangat rahasia untuk menghindari incaran Belanda yang juga membutuhkan sumber daya tersebut untuk biaya perang. Praktik selundupan pada masa itu menjadi hal lumrah, mulai dari emas hingga narkoba.

Emas yang diselundupkan berasal dari tambang Cikotok di Banten dan diolah di pabrik emas di Jakarta sebelum dipindahkan ke Yogyakarta ketika ibu kota dipindahkan ke sana setelah Jakarta jatuh ke tangan Belanda lewat Agresi Militer I (1947). Emas itu kemudian digunakan untuk membeli senjata dan logistik perang, namun pada tahun 1948 Belanda melancarkan Agresi Militer II dan berhasil menduduki Yogyakarta.

Pemerintahan kemudian dipindahkan ke Sumatera Barat dan 7 ton emas batangan yang tersisa di Yogyakarta harus diselundupkan atau dijual ke luar negeri agar tidak jatuh ke tangan Belanda. Emas ini kemudian diangkut dengan truk dan gerobak sapi yang ditutupi dedaunan agar tidak terdeteksi oleh tentara Belanda atau mata-mata.

Perjalanan emas dimulai dari kantor pusat Bank Nasional Indonesia di Yogyakarta menuju Bandara Maguwo dan kemudian diterbangkan ke Makau melalui Filipina. Keputusan mengirim emas ke Makau didasari oleh fakta bahwa kota itu merupakan pusat judi dunia dengan perputaran uang yang besar. Setelah dijual di Makau, pemerintah mendapat cuan besar yang digunakan untuk membiayai perjuangan diplomasi di luar negeri yang akhirnya membawa pengakuan dan dukungan internasional bagi Indonesia.

Melalui kisah seperti ini, CNBC Insight memberikan nilai-nilai sejarah yang masih relevan hingga saat ini dan dapat dijadikan pelajaran berharga untuk kehidupan di masa kini.

Source link