Tragedi Ilmuwan RI Tewas di Ancol: Permalukan Peneliti Jepang

by

Indonesia memiliki sejarah panjang orang-orang hebat, dan salah satunya adalah Profesor Achmad Mochtar, seorang ilmuwan medis brilian yang pernah menghebohkan dunia sains internasional. Namun, nasib tragis menimpa Mochtar di tangan penjajah Jepang pada tahun 1944. Dia dituduh menjadi penyebab kematian ratusan romusha setelah vaksin yang mereka terima. Meskipun tidak ada bukti langsung yang mengaitkan Mochtar dengan insiden tersebut, Jepang memenjarakannya dan menginterogasinya bersama ilmuwan Indonesia lainnya.

Setelah beberapa tahun, terungkap bahwa Mochtar dan Eijkman Instituut tidak terlibat dalam kematian romusha. Menurut penelusuran Sangkot Marzuki dan Kevin Baird, Mochtar dijadikan kambing hitam oleh Jepang atas kesalahan ilmuwan Jepang dalam eksperimen vaksin. Kematian Mochtar juga dianggap sebagai pembalasan dendam karena ia pernah membantah penelitian ilmuwan Jepang Noguchi Hideyo.

Noguchi Hideyo adalah seorang ilmuwan Jepang terkemuka yang beberapa kali dinominasikan untuk Nobel Kedokteran. Namun, klaim terakhirnya tentang demam kuning dibantah oleh Mochtar melalui penelitiannya. Mochtar membuktikan bahwa bakteri yang ditemukan Noguchi bukan penyebab demam kuning. Hal ini mengguncang dunia medis dan reputasi Noguchi hancur. Mochtar dan kematiannya oleh Jepang terlihat terhubung melalui bantahan riset Noguchi dan eksekusi yang diterimanya.

Meskipun Noguchi Hideyo tetap dihormati di Jepang, nama Achmad Mochtar tidak sepenuhnya pulih di tanah airnya sendiri. Keduanya merupakan contoh dari bagaimana ilmu pengetahuan dan pertentangan ideologi dapat memengaruhi sejarah dan kehidupan seseorang.

Source link