Serangan Nyamuk Ganas: 3.000 Tewas di Kota, Kuburan Mengerikan

by

Pernahkah Anda menyadari bahwa nyamuk, meskipun berukuran kecil, ternyata menjadi salah satu hewan paling mematikan bagi manusia? Setiap tahun, sekitar 700 juta orang terinfeksi oleh serangga ini dan lebih dari 1 juta kematian terjadi akibatnya. Pengaruh perubahan iklim, globalisasi, dan urbanisasi membuat populasi nyamuk berkembang pesat, meningkatkan ancaman penyakit yang dibawanya bagi manusia. Oleh karena itu, setiap 20 Agustus diperingati sebagai Hari Nyamuk Internasional sebagai bentuk kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan oleh nyamuk.

Namun, masalah nyamuk sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Pada abad ke-18, di Kota Jakarta (dulu Batavia), ribuan orang tewas akibat serangan nyamuk. Situasinya begitu parah sehingga penduduk setempat harus ‘berperang’ melawan nyamuk demi bertahan hidup. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Sejarah penataan Kota Jakarta sejak ditetapkan sebagai pusat kekuasaan VOC pada tahun 1621 dapat memaparkan alasan di balik wabah yang mematikan ini. Dengan rancangan yang menyerupai kota-kota di Belanda, Jakarta mulai dibangun dengan kanal-kanal dan rumah-rumah yang mengelilingi pepohonan rindang. Walaupun pemandangan ini memukau bagi orang-orang Belanda dan Eropa, tetapi kesalahan fatal terjadi karena VOC lupa akan kondisi tropis yang lembap dan rawan penyakit. Kanal-kanal yang dibangun ternyata malah menjadi sarana ideal bagi perkembangbiakan nyamuk.

Akibat buruknya sanitasi dan sistem pembuangan limbah, wabah penyakit mulai merebak di Jakarta. Menurut catatan sejarah, dalam kurun waktu tertentu, ribuan orang meninggal akibat penyakit yang menyerang tanpa pandang bulu. Situasi ini bahkan dianggap lumrah pada masa itu dan banyak orang Eropa pun meninggal akibat serangan nyamuk yang tidak terduga.

Wabah yang terus meluas membuat Jakarta dikenal sebagai ‘kuburan orang Eropa’ karena banyak warga Eropa yang tewas setelah beberapa hari tiba di kota ini. Akibatnya, VOC terpaksa memindahkan pusat kekuasaan dan hunian ke daerah yang lebih selatan, dan kanal-kanal yang menjadi sarang nyamuk ditimbun untuk meningkatkan kondisi kesehatan.

Belakangan, ilmu pengetahuan mengungkap bahwa penyakit yang menyerang disebabkan oleh malaria yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Dengan pola tata kota yang penuh dengan kanal dan minim sanitasi, Jakarta menjadi pemicu utama penyebaran nyamuk dan penyakit tersebut. Melalui kisah tragis ini, kita bisa belajar banyak tentang pentingnya penataan kota yang sesuai dengan kondisi alam untuk mencegah terulangnya sejarah yang kelam.

Source link