Penjagaan Ketat Polres Metro Jaksel Usai Demo

by

Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) melakukan penjagaan ketat sebagai dampak dari aksi demo yang terjadi di berbagai titik di Jakarta pada Jumat (29/8). Pukul 12.05 WIB, palang gerbang Polres Metro Jaksel terpasang rapat, mengindikasikan penjagaan yang ketat. Warga sekitar menyampaikan bahwa biasanya pagar tersebut terbuka untuk siapa pun yang masuk dengan izin dari pos penjagaan. Saat ini, enam personel berjaga di balik pagar tersebut, mengamati sekitar untuk mencegah terjadinya kerusuhan. Di beberapa dinding depan Polres Metro Jaksel, terlihat tulisan vandalisme yang menghina kepolisian.

Seorang warga bernama Nur Hakim mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya telah ada imbauan untuk tidak keluar dari Polres Metro Jaksel selama aksi massa. Gerbang pun ditutup rapat dan anggota diminta untuk tetap berada di dalam Polres Metro Jaksel, menunggu arahan. Sebelumnya, kelompok mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) dan BEM Universitas Indonesia (UI), melakukan unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya pada Jumat siang. Aksi demonstrasi dilakukan sebagai bentuk protes atas jatuhnya korban dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR sebelumnya.

Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek daring berusia 21 tahun, meninggal akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam. Kericuhan tersebut terjadi setelah berbagai elemen masyarakat yang melakukan unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen dipukul mundur oleh pihak kepolisian. Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim mengungkapkan bahwa tujuh aparat Brimob dalam rantis tersebut masih dalam proses pemeriksaan.

Source link