Presiden Indonesia memiliki sejarah panjang ketika berpidato di Sidang Umum PBB di New York. Sejak Presiden Soekarno pada 1960, pemimpin Indonesia telah menggunakan platform ini untuk menyuarakan pandangan penting bangsa. Momen penting lainnya adalah pidato Presiden Soeharto pada 1992 dan 1995, yang menekankan kerja sama global yang adil dan peran Indonesia sebagai negara aktif. Di era reformasi, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono berbicara di forum PBB untuk membahas isu-isu penting. Selama masa kepemimpinan SBY, Indonesia memegang nilai-nilai penting seperti kebebasan, menghargai perbedaan, modernisasi, dan multikulturalisme.
Kini, Presiden Jokowi, termasuk dalam era COVID-19, telah menyampaikan pidatonya secara virtual pada Sidang Umum PBB. Penggunaan taktik yang berbeda disesuaikan dengan kondisi yang berubah. Selain itu, Presiden Prabowo akan tampil secara langsung di Sidang Umum PBB ke-80 pada tahun 2025, menyoroti dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Walaupun beberapa presiden tidak pernah berpidato langsung, kehadiran seorang presiden di Sidang Umum PBB memiliki dampak simbolis dan strategis dalam politik luar negeri Indonesia. Artinya, kesempatan untuk berbicara di forum internasional ini membawa pesan penting bagi dunia mengenai posisi serta tindakan Indonesia dalam isu global.




