Kodam XIV Hasanuddin telah menegaskan bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan strobo dan klakson “tot-tot wuk-wuk” setelah hal tersebut menjadi sorotan publik. Panglima TNI Jenderal Agus Subianto bahkan menyatakan bahwa ia terganggu dengan suara klakson yang seringkali digunakan oleh pejabat. Budi Wirman, Kapendam XIV Hasanuddin, menegaskan bahwa mereka tidak lagi menggunakan strobo dan klakson tersebut sesuai dengan instruksi Panglima TNI. Meskipun demikian, mereka tetap memperbolehkan penggunaan strobo dan klakson dalam kondisi darurat, seperti untuk mengawal kendaraan dinas militer atau pengerahan alutsista. Seluruh jajaran Kodam XIV Hasanuddin berkomitmen untuk patuh pada aturan lalu lintas dan mendahulukan ambulans dan pemadam kebakaran. Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” juga menjadi sorotan belakangan ini sebagai protes terhadap penggunaan strobo dan sirene yang dianggap melanggar aturan di jalan raya dan tol.
Respons Kodam Hasanuddin Terhadap Gerakan ‘Stop Tot Tot Wuk Wuk’




