Sejarah selalu memberikan pandangan baru tentang kondisi saat ini melalui perspektif masa lalu, seperti yang ditampilkan dalam rubrik CNBC Insight. Dalam reshuffle kabinet, nama-nama calon menteri selalu memikat perhatian publik karena harapan mereka untuk mendorong kemajuan Indonesia. Namun, pada pertengahan 1960-an, Hadeli Hasibuan tampil sebagai figur yang berani dan inovatif. Saat itu, Presiden Soekarno mengadakan sayembara terbuka untuk menyelesaikan krisis ekonomi yang melanda negara, dengan risiko taruhan nyawa jika gagal. Hadeli Hasibuan berani mengajukan diri dan mengusulkan langkah-langkah liberalisasi ekonomi serta perubahan kebijakan yang berani, seperti efisiensi anggaran dan pembukaan bagi sektor swasta.
Namun, meskipun ide-idenya diakui sebagai solusi yang potensial, gagasan Hadeli ditolak oleh pemerintahan saat itu karena tidak sejalan dengan kebijakan politik yang ada. Meskipun tidak berhasil menjadi menteri, Hadeli Hasibuan tetap menjadi sorotan dan terkenal atas keberaniannya. Pada akhirnya, keadaan ekonomi Indonesia diperbaiki oleh Jenderal Soeharto dengan bantuan para ekonom yang mengimplementasikan prinsip-prinsip yang sejalan dengan gagasan Hadeli. Pada saat itu, Hadeli Hasibuan menjadi satu-satunya orang yang dengan tegas siap mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan ekonomi bangsa, sebuah keberanian yang belum pernah ditampilkan lagi oleh calon menteri di masa mendatang.





