Bandung, kota yang terkenal rawan gempa di Indonesia, karena letaknya di atas cekungan besar hasil aktivitas geologi purba serta berdekatan dengan patahan aktif. Dalam sejarahnya, Bandung pernah diguncang gempa dahsyat pada 4 Januari 1911, dengan dampak kerusakan yang signifikan. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan di infrastruktur kereta api hingga batu-batu penyangga, kerikil, dan lapisan tanah tergerus ke jurang.
Pada jalur Cipatat-Tagugapu, kereta nyaris mengalami kecelakaan fatal akibat longsor yang menyebabkan jalur putus total. Untungnya, seorang warga lokal memberi isyarat bahaya kepada kereta dengan merahnya celana, diamankan nyawa penumpang. Juga, kerusakan parah terlihat di bangunan dan jalan, dengan jalan beraspal terbelah dan rumah kehilangan genteng.
Proses rekonstruksi pasca-gempa memakan waktu lama, seperti saat membangun kembali infrastruktur kereta api yang butuh waktu lebih dari 2 bulan. Gempa tersebut berasal dari Sesar Cimandiri, yang menjadi pengingat pentingnya waspada terhadap potensi bencana di Bandung yang padat penduduk. Oleh karena itu, mitigasi bencana perlu terus diperkuat untuk kesiapsiagaan lebih baik di masa depan.





