Gus Eham Yahya, seorang pendakwah muda asal Kediri, menjadi sorotan karena aksinya mencium anak-anak saat bertindak dakwah. Respons atas tindakan tersebut datang dari seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Dosen Universitas Melbourne, Prof Nadirsyah Hosen, yang lebih dikenal sebagai Gus Nadir. Dalam unggahannya, Gus Nadir menegaskan bahwa tindakan mencium anak-anak tidak boleh dinormalisasi sebagai bentuk barokah atau kelucuan. Sebaliknya, tindakan tersebut seharusnya menjadi peringatan penting dalam pendidikan tentang perlindungan anak dari segala bentuk pelecehan, termasuk pedofilia. Menurut Gus Nadir, anak-anak harus dihormati dan dilindungi, dengan orang tua dan pendidik berperan penting dalam mengajarkan anak-anak mengenai batasan tubuh dan hak mereka untuk menolak tindakan yang membuat mereka tidak nyaman. Gus Nadir juga memberikan pesan kepada Gus Ilham untuk menghentikan aksinya karena mencium anak kecil secara berulang bukanlah bentuk kasih sayang, melainkan potensi pelecehan dan pelanggaran terhadap etika dan adab yang seharusnya dijunjung tinggi.
Gus Nadir Tegur Keras Gus Elham, Kontroversi Cium Anak Saat Dakwah





