Sebuah video yang menunjukkan Komandan Rindam XVII Cendrawasish, Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma didemo tersebar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat massa yang didominasi oleh perempuan meneriaki Endra. Seorang perempuan yang menggunakan pengeras suara meminta Endra untuk keluar dan mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mencoba untuk bertemu dengan Endra secara baik-baik namun tidak dihiraukan. Dia juga mengingatkan Endra mengenai sumpah prajurit dan sapta marga. Jhon Sitorus, yang merupakan seorang aktivis media sosial, pun menyatakan keheranannya atas dugaan pembongkaran gereja yang disampaikan dalam video tersebut.
Sementara itu, dalam klarifikasinya, Endra membantah melakukan pembongkaran gereja dan mengatakan bahwa ada kesalahpahaman. Setelah bertemu dengan Forum Kerukunan Umat Beragama Papua dan Persekutuan Gereja-gereja Papua, Endra menjelaskan bahwa sebagai pimpinan baru di daerah tersebut, ia hanya menanyakan mengenai administrasi bangunan di pangkalannya, termasuk surat-surat gereja, rumah pastori, dan penataan area parkir di depan gereja, tanpa niat untuk menutup atau membongkar gereja. Endra juga meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dan menyatakan bahwa tidak ada niat untuk menutup atau membongkar gereja.





