Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perbincangan publik, terutama setelah anak Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Machmud, diketahui menguasai 41 dapur MBG. Fenomena ini menarik perhatian Psikolog Klinis dan Pengamat Sosial, Lita Gading, yang menganggap hal tersebut sebagai potensi monopoli yang sarat kepentingan politik. Menurut Lita, pengelolaan MBG seharusnya tidak dipercayakan kepada segelintir orang yang memiliki akses kekuasaan, melainkan harus dikelola secara adil dan transparan.
Lita juga menyatakan keberatannya terhadap cara pelaksanaan program tersebut di lapangan, di mana anak-anak yang menguasai dapur MBG seakan-akan bisa mengendalikan program tersebut sesuai keinginan mereka. Menurutnya, seharusnya program ini dilaksanakan dengan lebih bijaksana dan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu memberikan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Meskipun menilai bahwa niat dari pemerintah, terutama Presiden Prabowo Subianto, sudah tepat dalam mengenai program ini, namun Lita merasa bahwa implementasinya di lapangan tidak sesuai dengan harapan. Ia menyoroti perlunya adanya kontrol yang lebih ketat dan pengawasan yang lebih baik terhadap program MBG agar benar-benar dapat memberikan manfaat yang diinginkan untuk masyarakat yang membutuhkan.





