Menjelajahi Karya Pelukis Otodidak di Jogja

by -91 Views

Pameran seni bertajuk The Language of Colour di Yogyakarta menjadi contoh regenerasi seniman yang dinamis, terutama dengan kehadiran pelukis otodidak. Pameran ini, yang diadakan oleh Komunitas Patsijiwata, tidak hanya menampilkan karya seni tetapi juga mengakui perupa yang belajar secara mandiri. Acara ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta dan akan berlangsung hingga 12 Januari 2026 di Omah Budoyo Yogyakarta.

Enam pelukis dengan gaya dan latar belakang yang berbeda turut berpartisipasi dalam pameran ini, masing-masing menampilkan karakter visual yang unik. Keberagaman ini dinilai sebagai kekuatan utama pameran oleh Wakil Wali Kota, yang berharap ruang bagi seniman muda terus berkembang untuk menunjukkan karya mereka kepada publik.

Kurator pameran, Dwipo Hadi, menyampaikan terima kasih atas dukungan untuk acara ini, serta mengamati antusiasme masyarakat terhadap seni di Yogyakarta memberikan energi positif bagi para seniman. Ia juga menyoroti dialog visual yang terbentuk dari perbedaan gaya seniman dalam satu ruang pamer, meningkatkan pengalaman pengunjung secara keseluruhan.

Selain itu, Dwipo berharap pameran ini akan menginspirasi seniman untuk terus berkarya dan mengadakan pameran di berbagai ruang seni. Dengan demikian, semangat seni rupa di Kota Yogyakarta semakin hidup dan berkembang. Pameran The Language of Colour bukan hanya sekadar pameran lukisan, tetapi juga mencerminkan regenerasi seniman, keberanian, dan kreativitas dalam dunia seni rupa, memberikan harapan untuk masa depan seni rupa yang inklusif dan penuh harapan di Jogja.

Source link