Tradisi Natal Hilang pasca Pengusiran 46.000 Belanda

by -67 Views

Perayaan Hari Sinterklas setiap tanggal 5 Desember dahulu cukup meriah di Indonesia, seiring dengan perayaan Natal pada 24-25 Desember. Tradisi Hari Sinterklas ini diwarisi dari Belanda, di mana Sinterklas bersama Piet Hitam atau Zwarte Piet akan memberikan hadiah kepada anak-anak. Saat Belanda menjajah Indonesia, tradisi ini turut dibawa dan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Anak-anak di Indonesia pun menaruh sepatu berisi rumput di bawah jendela sebagai tanda bagi Sinterklas. Perayaan ini berlangsung dalam kegembiraan hingga tahun 1957, di mana sentimen Soekarno terhadap Belanda membuat perayaan ini berakhir tiba-tiba. Departemen Kehakiman akhirnya mengusir 46.000 warga Belanda dari Indonesia pada Hari Sinterklas 1957, membuat perayaan ini berubah menjadi duka dan dikenal sebagai Sinterklas Hitam. Sejak itu, perayaan Hari Sinterklas di Indonesia kian menghilang hingga benar-benar punah.

Source link