Keberhasilan Pasar Batik Jawa Made in Europe di Afrika

by -67 Views

Produk tekstil Eropa yang pernah ditolak di pasar Indonesia, Dutch Wax Print atau Ankara Prints, justru mendapat sambutan hangat di Afrika Barat pada tahun 1850. Awalnya, pelaku industri Belanda tertarik pada batik Indonesia dan mencoba meniru motifnya dengan mesin untuk produksi massal. Namun, kain tersebut tidak disambut baik di Indonesia karena dinilai kualitasnya rendah dibandingkan batik tradisional. Akibatnya, produksi dialihkan ke Afrika Barat, di mana kain tersebut diterima dengan baik. Para eks-tentara Belanda yang bertugas di Indonesia menjadi agen promosi kain tersebut di Afrika Barat. Dari situlah, Dutch Wax Print mulai diterima dan digunakan luas di Afrika Barat, sampai akhirnya menyebar ke seluruh Afrika. Kini, kain ini dikenal dengan berbagai nama di berbagai daerah Afrika dan digunakan sebagai busana sehari-hari, penanda identitas kelompok, pakaian resmi, dan busana adat. Dutch Wax Print tetap menjadi bagian penting dari budaya berpakaian di Afrika.

Source link