Aktor Inggris, Rowan Atkinson, yang dikenal sebagai pemeran ikonik Mr. Bean, mengungkapkan bahwa sejak akhir abad ke-20, ia sudah tidak lagi membaca kritik dan ulasan film. Baginya, kesuksesan suatu acara ditentukan oleh jumlah penontonnya. “Yang menarik bagi saya adalah berapa banyak orang yang menonton dan apakah mereka ingin menonton lebih banyak. Itu adalah indikator kesuksesan bagi saya,” ujar Atkinson saat acara Man Vs Baby di London.
Atkinson mengaku sering memerankan karakter yang tidak disenangi, seperti Blackadder, Johnny English, dan Mr. Bean. Jika dia menjadi pengulas, ia mungkin akan menilai Mr. Bean sebagai karakter egois dan anarkis. Meskipun demikian, Mr. Bean tetap menjadi salah satu karakter komedi terbesar dari Inggris sejak debutnya pada 1990.
Menurut Atkinson, meskipun sikap kekanak-kanakan Mr. Bean mungkin tidak membuatnya menjadi tokoh yang “baik,” namun malah membuatnya disukai banyak orang. Dia mengklaim bahwa mungkin Mr. Bean sedikit mirip dengan dirinya saat masih berusia 10 tahun, dengan karakter ego kekanak-kanakan dan cara yang unik dalam menyelesaikan masalah.
Atkinson juga menilai karakter-karakter lain yang pernah diperankannya memiliki kekhasan masing-masing. Misalnya, Blackadder yang sinis dan negatif, serta Johnny English yang dianggapnya sia-sia dan kurang menawan. Dalam Man Vs Baby, Atkinson merasa senang bisa berperan sebagai karakter yang lebih hangat dan menyenangkan, yakni Trevor Bingley.
Terkait kemungkinan kelanjutan seri komedi tersebut, Atkinson menegaskan bahwa keputusan tersebut akan kembali kepada data penonton. Meskipun begitu, Mr. Bean tetap menjadi salah satu karakter komedi paling terkenal dari Inggris dengan prestasi yang mengesankan.





