Akhir Tahun: Perusahaan Terbesar Dunia Bangkrut Setelah 197 Tahun

by -64 Views

Dalam salah satu naskah dari CNBC Insight, kita dibawa pada sebuah perjalanan sejarah yang menjelaskan kondisi masa kini dengan mengaitkannya pada relevansi masa lalu. Pergantian tahun di masa lalu disaksikan oleh kebangkrutan perusahaan terbesar sepanjang sejarah, bukanlah perusahaan teknologi atau bank raksasa modern, melainkan sebuah kongsi dagang legendaris asal Belanda, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). VOC, yang didirikan oleh Kerajaan Belanda pada tahun 1602, merupakan alat utama eksploitasi wilayah Asia, khususnya Nusantara, yang menghasilkan rempah-rempah bernilai tinggi untuk dijual di pasar Eropa. Valuasi VOC bahkan diperkirakan mencapai US$8,2 triliun, melampaui perusahaan-perusahaan raksasa modern seperti Apple, Microsoft, dan Meta.

Namun, kejayaan VOC tidak berlangsung selamanya. Pada awal abad ke-18, perusahaan ini mulai menunjukkan gejala keropos dari dalamnya. Masalah tata kelola keuangan buruk menjadi akar kemunduran VOC. Praktik korupsi di internal perusahaan menjadi hal yang sistematis, dari pemalsuan laporan keuangan hingga pemerasan terhadap rakyat pribumi. Berbagai pegawai VOC terlibat dalam tindakan korupsi dengan berdagang untuk kepentingan pribadi dan memanfaatkan kapal-kapal VOC untuk keuntungan pribadi, bukan untuk kepentingan perusahaan.

Karena berbagai faktor termasuk pengeluaran besar, pemasukan yang menurun, dan persaingan ketat, VOC akhirnya terpaksa mengandalkan pinjaman untuk bertahan. Tata kelola yang sudah rusak membuat perusahaan semakin tenggelam dalam utang sehingga pada malam pergantian tahun 1799, Kerajaan Belanda dengan resmi menyatakan VOC bangkrut dan membubarkannya setelah berjaya selama 197 tahun.

Sebuah ironi dalam sejarah bahwa VOC, yang dulunya pernah menguasai dunia, sekarang dikenang sebagai perusahaan yang runtuh akibat korupsi. Warisan kelam ini juga dikenal sebagai bibit awal praktik korupsi sistemik di Indonesia. Dengan berakhirnya VOC, negara Belanda kemudian mengambil alih aset dan utang perusahaan, serta mendirikan koloni baru bernama Hindia Belanda di bekas wilayah kekuasaan VOC. Sebuah kisah yang mengingatkan kita akan pentingnya tata kelola yang baik dan menjauhi praktik korupsi untuk menjaga keberlangsungan perusahaan dan negara.

Source link