Mengutip CNBC Indonesia, hidup di daerah rawan bencana menuntut kewaspadaan dan kesiapan mitigasi yang menjadi keharusan. Hal ini penting karena tidak ada yang dapat memprediksi kapan alam akan menunjukkan kekuatannya melalui aktivitas vulkanik atau tektonik. Sebuah tragedi di Kolombia 40 tahun lalu menjadi contoh nyata jika peringatan ilmuwan di abaikan oleh pemerintah, di mana 23 ribu warga terkubur hidup-hidup ketika Gunung Nevado del Ruiz meletus.
Mengutip riset dari Barry Voight, peneliti mengungkap bahwa tanda-tanda bahaya telah muncul sejak tahun 1984 di sekitar Gunung Nevado del Ruiz. Meskipun telah ada peringatan dari para ahli internasional dan peringatan dari peneliti Eropa dan Amerika Serikat terkait potensi bahaya letusan gunung, pemerintah Kolombia lambat dalam mengambil tindakan. Penundaan inilah yang akhirnya berujung pada letusan dahsyat Gunung Nevado del Ruiz pada 13 November 1985, menewaskan ribuan orang dan merusak ribuan hektar lahan pertanian.
Pasca bencana itu, pemerintah terpaksa harus membangun ribuan hunian baru dan menyediakan bantuan kepada ribuan warga yang terdampak. Tragedi besar ini menjadi pelajaran berharga untuk selalu memperhatikan peringatan ilmuwan dan mengambil tindakan mitigasi tepat waktu agar dampak buruk dari bencana alam dapat diminimalkan. Jika semua pihak, baik individu maupun pemerintah, dapat bersikap tanggap dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan, dampak dari bencana alam bisa diminimalisir.





