Kolam renang telah menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk melepas penat selama akhir tahun dan musim liburan. Namun, sedikit yang menyadari bahwa kolam renang pertama di Indonesia memiliki kisah kelam diskriminasi di masa lalu. Kolam renang pertama berlokasi di Cihampelas, Bandung, didirikan pada tahun 1917 oleh pemilik Hotel Savoy Homann, August Heinrich Homann. Awalnya, lokasi tersebut hanya kolam ikan yang kemudian dialihfungsikan menjadi kolam renang untuk kebutuhan pelayanan tamu hotel.
Kolam renang Cihampelas terkenal megah dan berstandar internasional pada masanya, menarik berbagai pengunjung dari berbagai daerah. Setelah beberapa kali renovasi dan perluasan, kolam renang ini digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk kejuaraan renang. Namun, akses untuk warga lokal terbatas, dan orang Eropa, Belanda, atau yang memiliki uang saja yang diizinkan masuk.
Sejarah kolam renang pertama di Indonesia ini menggambarkan diskriminasi sosial pada masa itu. Namun, perlahan aturan tersebut berubah setelah Indonesia merdeka. Protes dari anggota Volksraad mendorong perubahan kebijakan, sehingga kolam renang Cihampelas tidak lagi eksklusif bagi orang Eropa dan Belanda. Kolam renang ini tetap beroperasi setelah pergantian kepemilikan, tetapi pada tahun 2009, kolam renang Cihampelas resmi dibongkar untuk pembangunan hotel, menutup salah satu saksi bisu sejarah kolonial di Indonesia.





