Solusi Anti-Banjir Jakarta: Tak Perlu Khawatir Hujan

by -53 Views

Banjir di Jakarta telah menjadi masalah yang klasik, tidak pernah sepenuhnya teratasi. Hal ini telah terjadi sejak banjir dahsyat pertama melanda Batavia pada tahun 1621. Selama berabad-abad, hampir setiap pemerintahan Jakarta mewarisi permasalahan banjir yang tak kunjung selesai. Namun, ada satu tokoh yang berhasil membuat Jakarta hampir bebas banjir. Dialah Hendrik van Breen, seorang insinyur asal Belanda yang merancang sistem pengendalian banjir modern pertama di ibu kota.

Van Breen lahir di Amsterdam pada tanggal 28 Mei 1881 dan menempuh pendidikan teknik sipil sebelum akhirnya menjadi arsitek utama sistem pengendalian banjir di Jakarta. Pada tahun 1911, ia menjabat sebagai Kepala Kantor Pengairan di Batavia, dengan tantangan besar dalam mengendalikan banjir yang telah menjadi momok bagi kota tersebut selama ratusan tahun.

Dari catatan sejarah, diketahui bahwa van Breen menyadari bahwa banjir di Jakarta tidak hanya disebabkan oleh hujan lokal, melainkan juga oleh air kiriman dari Sungai Ciliwung yang berhulu di Bogor. Untuk itu, ia merancang pembangunan Bendung Katulampa, yang awalnya bersifat sementara sebelum akhirnya dijadikan permanen.

Dengan keberadaan Bendung Katulampa, banjir kiriman dari Bogor dapat dikendalikan, namun ujian sebenarnya datang tujuh tahun kemudian saat Jakarta diguyur hujan selama dua bulan berturut-turut. Hal ini memaksa pemerintah kolonial mengambil langkah lebih radikal dengan mempercepat pembangunan kanal banjir.

Van Breen memiliki konsep sederhana namun visioner dalam mengendalikan banjir. Dari konsep itulah Banjir Kanal Barat dibangun, yang kemudian diikuti dengan pembangunan Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Matraman serta normalisasi Kali Sunter dan Kali Cideng. Walau berhasil mengendalikan banjir Jakarta untuk sementara waktu, pertumbuhan kota yang masif membuat banjir kembali menjadi masalah yang sering terjadi.

Meskipun demikian, infrastruktur yang dirancang oleh Hendrik van Breen masih menjadi tulang punggung sistem pengendalian banjir Jakarta hingga saat ini. Kontribusinya dalam membuat ibu kota ‘bernapas’ dari banjir, walau hanya untuk sementara waktu, tetap dikenang dalam sejarah sebagai satu-satunya tokoh yang mencapai prestasi tersebut.

Source link