Pilih Teror Sinematik Tanpa Lagu Sebelum Dijemput Nenek

by -48 Views

Sutradara Fajar Martha Santosa telah membuat keputusan berani untuk tidak menggunakan lagu sebagai bagian dari lajur suara dalam film horor komedi terbarunya yang berjudul “Sebelum Dijemput Nenek”. Keputusan tersebut diambil setelah diskusi panjang untuk memastikan audiens dapat benar-benar terfokus pada cerita tanpa adanya distraksi dari elemen musik vokal. Fajar menjelaskan bahwa hal ini dilakukan agar nuansa film terasa lebih sinematik dan intensitas adegan serta detail suara dapat terasa lebih kuat tanpa adanya soundtrack.

Film ini difokuskan pada aspek teknis yang telah dirancang dengan cermat selama proses syuting di Sleman selama 18 hari. Dengan absennya lagu, harapannya adalah bahwa audiens dapat lebih menikmati ketegangan dan komedi yang membangun suasana film tersebut. Selain itu, film ini juga mencoba menyampaikan pesan mendalam mengenai perspektif dalam sebuah keluarga, di mana setiap anggota keluarga diharapkan memahami sudut pandang satu sama lain, terutama dalam menghadapi konflik internal.

Fajar berharap bahwa melalui pendekatan ini, penonton dapat merasakan pengalaman horor yang lebih murni dan emosional, di mana suara latar yang organik menjadi instrumen utama dalam menyampaikan pesan film. Dengan karakter Nenek yang memiliki peran kuat dalam plot cerita, sutradara ingin menciptakan suasana yang lebih organik dan misterius tanpa harus mengandalkan lagu komersial sebagai pengiring adegan.

Film “Sebelum Dijemput Nenek” yang dibintangi oleh Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek Novian akan mulai diputar di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026. Dengan keputusan ini, tim produksi berusaha untuk memberikan sesuatu yang berbeda dan memiliki ciri khas yang membedakan film ini dari film horor lainnya.

Source link