Pengoplosan Gas Bersubsidi: Peluang Keuntungan Besar

by -58 Views

Para pelaku pengoplosan gas bersubsidi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah berhasil mendapatkan keuntungan besar dengan aksi menyuntikkan gas dari gas bersubsidi ke gas non-subsidi. Praktik ini memberikan keuntungan instan bagi para pelaku tanpa mempertimbangkan bahaya yang mungkin terjadi. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini didasarkan pada hasil patroli siber oleh Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka menemukan penjualan gas portabel merek “Tokai” dengan kondisi tabung yang mencurigakan di platform toko online. Penelusuran digital kemudian mengarah pada penggerebekan lokasi produksi di Bogor dan pengembangan di wilayah Jakarta Utara. Para pelaku melakukan penyuntikan gas dari tabung subsidi 3 kg ke tabung non-subsidi 5,5 kg dan 12 kg menggunakan alat suntik rakitan berupa pipa besi. Polisi berhasil menangkap empat tersangka di Jakarta Utara dan satu pelaku di Bogor. Mereka menyita ratusan paket gas portabel siap kirim yang dikemas dengan plastik hitam dan kardus untuk membingungkan pembeli online. Dalam praktik ini, pelaku membeli gas subsidi seharga Rp19.000 hingga Rp21.000 dan menjualnya seharga Rp200.000-Rp220.000 per tabung, dengan keuntungan bersih mencapai Rp130.000 per tabung. Polisi juga menyita 2.301 unit tabung gas yang terdiri dari berbagai jenis tabung gas. Kelima pelaku dijerat dengan pasal berlapis sesuai dengan hukum yang berlaku. Praktik mengoplos gas bersubsidi ini tidak hanya merugikan perekonomian negara tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat secara keseluruhan.

Source link