Isu modus penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi sorotan di media sosial, memicu kekhawatiran baru terkait keamanan. Kabar ini viral setelah diunggah dalam akun resmi TikTok Ditressiber Polda Sulawesi Tengah. Diketahui bahwa pelaku penipuan kini mampu merekam suara seseorang hanya dengan sekali mengangkat telepon dari nomor tak dikenal dan mengucapkan kata “halo”. Suara yang direkam ini kemudian dimanfaatkan untuk melakukan penipuan dengan berbagai alasan kepada keluarga atau orang terdekat, mulai dari kecelakaan hingga permintaan transfer uang.
Sebagai respons terhadap kekhawatiran ini, praktisi keamanan digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa secara teknis memang memungkinkan untuk memanfaatkan sampel suara sederhana dalam pemalsuan suara dengan bantuan AI. Dengan hanya beberapa detik sampel suara, AI dapat mengenali sidik suara seseorang dan menirukannya. Namun, Alfons menekankan bahwa sumber suara potensial juga bisa berasal dari berbagai aktivitas digital sehari-hari, seperti pesan suara WhatsApp, rekaman di email, dan komunikasi di platform daring.
Meskipun demikian, penting untuk tidak terlalu panik dan selalu waspada terhadap tindakan penipuan yang semakin canggih ini. Kita perlu lebih bijak dalam mengelola informasi yang kita bagikan melalui media digital agar tidak menjadi target empuk bagi para pelaku kejahatan. Jangan mudah terpancing oleh informasi palsu atau permintaan yang mencurigakan melalui telepon tanpa terlebih dahulu memastikan identitas penelepon secara jelas. Dengan langkah-langkah kecil yang bijaksana, kita dapat melindungi diri dari ancaman penipuan secara online.





