Di Kabupaten Kediri, patung macan putih yang terletak di Desa Bolongjeruk, Kunjang, menuai perhatian warganet karena bentuknya yang dianggap unik dan tidak realistis. Patung tersebut merupakan hasil inisiatif warga setempat dan didanai melalui urunan dan donasi masyarakat, bukan menggunakan APBDes. Alasan pembangunan patung ini karena kepercayaan masyarakat setempat terhadap sosok sakral penunggu desa yang merupakan macan putih.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kediri, Agus Cahyono, menjelaskan bahwa patung tersebut dibangun sesuai dengan usulan dan keinginan masyarakat setelah rapat bersama pemdes dan BPD desa. Meskipun ada kegaduhan terkait bentuk patung yang dinilai kurang realistis, pembangunan patung macan putih tetap dilanjutkan dengan dana pribadi dan bahan bangunan dari sumbangan kepala desa.
Penentuan patung macan putih sebagai monumen di desa Balongjeruk didasari oleh mitos setempat bahwa macan putih adalah sosok yang melindungi desa. Meski terdapat sorotan atas keputusan ini, patung macan putih tetap dibangun dengan biaya sekitar Rp 2 jutaan dan melibatkan tukang yang pernah membuat patung garuda sebelumnya. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keinginan dan kepercayaan masyarakat setempat serta konsekuensi dari pembiayaan patung tersebut.





