Seorang operator SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur mengalami kejadian tidak mengenakkan saat dikejar hingga menerima ancaman pembunuhan oleh seorang pria. Kejadian ini terjadi ketika operator tersebut sedang bertugas pada malam Minggu sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya, situasinya santai namun memanas ketika pelanggan menunjukkan kode batang subsidi yang tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan. Meskipun pelat nomor kendaraan sama, namun data dan jenis kendaraan dalam barcode berbeda, sehingga operator tidak bisa mengisi bahan bakar sesuai dengan prosedur Pertamina.
Pelanggan tersebut tak terima ditegur dan berteriak di area pengisian, bahkan menantang petugas SPBU. Kejadian semakin memanas saat pelanggan mendorong salah satu staf hingga menyebabkan keributan. Ancaman pembunuhan pun dilontarkan pelanggan kepada operator, membuatnya panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke belakang. Warga setempat menyarankan agar operator segera menuju kantor polisi terdekat untuk melaporkan insiden ini.
Para korban berharap agar kasus ini dapat diproses secara transparan dan profesional sehingga memberikan rasa aman bagi pekerja SPBU yang menjalankan tugas sesuai prosedur. Pemilik SPBU juga sudah melaporkan penganiayaan terhadap pegawainya ke Polsek Pulogadung, dan Propam Polda Metro Jaya turut mengambil tindakan terkait kasus ini. Tiga pegawai SPBU, termasuk operator baru yang menjadi korban, mengalami berbagai tindakan penyiksaan, dan pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman terkait identitas pelaku yang diduga sebagai oknum aparat.





