Muhammadiyah, organisasi Islam terkaya di dunia, terungkap dalam laporan terbaru dari Seasia Stats per Maret 2025. Dengan total aset mencapai Rp454,24 hingga Rp462 triliun, Muhammadiyah memiliki jaringan amal usaha yang tersebar luas di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Melalui ribuan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, dan lembaga sosial lainnya, Muhammadiyah telah membantu masyarakat di seluruh Indonesia.
Sejarah perjalanan Muhammadiyah tidak selalu mulus, dimulai dari pendirian oleh Ahmad Dahlan pada tahun 1912. Menjelajahi individualisme, Ahmad Dahlan menggunakan pendidikan dan layanan sosial sebagai metode utama dalam berdakwah dan membantu sesama. Langkah ini menimbulkan penolakan dari masyarakat pada masa itu, terutama ketika dia mendirikan sekolah Islam modern di Yogyakarta yang menggunakan sistem pendidikan kontemporer.
Kendati kontroversial, inisiatif Ahmad Dahlan dalam memodernisasi pendidikan dan layanan sosial terbukti efektif. Meskipun mendapat celaan dan boikot, Ahmad Dahlan tetap teguh dalam visinya untuk meningkatkan kondisi sosial di masyarakat. Melalui pendekatan praktis dan ajaran agama, Muhammadiyah terus berkembang sebagai gerakan yang menghormati martabat manusia, tanpa mencari keuntungan semata.
Pandangan historis ini membentuk Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang humanis, bersifat kerakyatan, dan mengutamakan kebaikan umat. Ahmad Dahlan sendiri menjalankan ajaran agama dalam aksi nyata, dengan pesan kepada murid-muridnya untuk berbagi dan menyantuni sesama demi penyelesaian masalah sosial. Dengan akumulasi aset hingga triliunan rupiah, Muhammadiyah terus melangkah sebagai kekuatan perubahan sosial yang berdampak luas.





