Kontroversi mencuat di Kalimantan Timur terkait anggaran mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar yang digunakan oleh Gubernur Rusdi Mas’ud. Rusdi menjelaskan bahwa pengeluaran ini telah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri serta bertujuan untuk menjaga citra pemimpin daerah dan masyarakat Kaltim. Pernyataan ini memicu berbagai reaksi di tengah upaya efisiensi anggaran di berbagai daerah di Indonesia.
Selain anggaran mobil dinas, perhatian publik juga tertuju pada gaya glamor istri Gubernur Kaltim, Syarifah Suraidah Abidien Harum. Penampilannya yang mencolok dengan warna pakaian cerah dan aksesori mewah sering kali mencuri perhatian masyarakat. Video viral menampilkan Syarifah dalam berbagai kesempatan dengan gaya yang dianggap mirip noni Belanda, lengkap dengan ornamen khas dan topi besar. Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah saat ia menghadiri bazar PKK dengan gaya yang membuatnya terlihat mewah dan berkilau.
Gaya glamor Syarifah sejalan dengan perannya sebagai anggota DPR periode 2024-2029 dari Komisi VI yang mengurusi perdagangan, pengawasan persaingan usaha, dan BUMN. Ia juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur dan Ketua Tim Pembina Posyandu serta Bunda PAUD Kaltim. Sorotan tidak hanya pada anggaran mobil dinas Gubernur Kaltim, tetapi juga pada gaya dan peran istri Gubernur yang menarik perhatian publik.





