Dampak Perang As-Iran: Harga Emas dan Minyak Turun

by -25 Views

Senin kemarin menjadi sorotan internasional dengan dibukanya lantai bursa yang sangat dinantikan oleh para pelaku pasar. Florian Weidinger, Chief Investment Officer Santa Lucia Asset Management, menyampaikan prediksinya bahwa dampaknya bahkan lebih signifikan daripada situasi di Venezuela. Menurutnya, harga minyak diprediksi akan mengalami kenaikan yang drastis dalam waktu singkat. Gangguan produksi minyak di Venezuela juga menimbulkan perhatian, mengingat Iran merupakan titik fokus distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz. Data dari Kpler menunjukkan bahwa sekitar 13 juta barel minyak mentah melewati selat tersebut setiap hari, yang setara dengan 31% dari pasokan minyak global. Kenneth Goh dari UOB Kay Hian Singapura mengamati bahwa Venezuela terkait dengan produksi minyak, sementara Iran terkait dengan menjadi titik hambatan distribusi.

Memori kolektif di pasar akan kejadian sebelumnya membuat ketegangan ekstrem menghadapi serangan Israel terhadap situs nuklir Iran. Hal ini mendorong investor untuk memilih Emas dan Dolar AS sebagai pelindung aset di tengah ketidakpastian. Alicia GarcĂ­a-Herrero dari Natixis memperkirakan bahwa Hari Senin kemarin akan menjadi hari yang menegangkan bagi bursa saham global, dengan prediksi ekuitas global mengalami penurunan sebesar 1% hingga 2%, harga minyak melonjak sekitar 5% hingga 10%, dan surat utang AS mengalami penurunan imbal hasil sekitar 5 hingga 10 basis poin.

Alicia juga mengingatkan para pelaku pasar untuk tidak mengambil risiko berlebihan dan menunggu reaksi dari pihak Teheran. Selama Selat Hormuz tetap terbuka, dunia berharap agar tidak menjadi titik kritis yang dipicu oleh Iran.

Source link