Sebuah video yang menampilkan seorang ibu bersama anak laki-lakinya yang masih balita sedang diduga tengah menghirup lem di tepi jalan sedang viral di media sosial. Peristiwa ini dikabarkan terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat, dan telah menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat. Dalam video tersebut, terlihat seorang anak laki-laki berusia sekitar 4-5 tahun berada di samping ibunya dengan mencurigakan sedang menghirup lem dari kantong plastik, sebuah praktik yang sering terjadi di kalangan kelompok rentan sebagai bentuk penyalahgunaan zat adiktif murah. Reaksi keras dari warganet pun langsung muncul karena bahaya yang dihadapi oleh anak yang masih sangat muda ini. Banyak pihak melihat peristiwa ini sebagai sebuah masalah serius terkait kesejahteraan sosial dan perlindungan anak, bukan hanya sekadar masalah ketertiban umum. Kasus seperti ini menyoroti persoalan kemiskinan dan ketidakberdayaan yang perlu segera ditangani oleh pemerintah daerah, terutama melalui dinas sosial dan lembaga perlindungan anak. Masalah anak jalanan terjerat dalam penyalahgunaan zat adiktif seperti lem bukan hal baru di Indonesia, mengingat bahaya dari zat kimia dalam lem yang dapat menimbulkan kerusakan otak, gangguan saraf, dan ketergantungan jika dihirup dalam jangka waktu yang lama. Para pemerhati anak menekankan perlunya penanganan yang komprehensif dalam kasus-kasus seperti ini untuk melindungi anak-anak dari bahaya penyalahgunaan zat adiktif.
Viral Video Ibu dan Balita di Mamuju: Sorotan pada Kemiskinan





