Patroli Gabungan Jatinegara: Amankan 126 Remaja dan Cegah Tawuran

by

Petugas gabungan di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, berhasil mengamankan sebanyak 126 remaja yang diduga akan terlibat dalam tawuran. Tindakan ini dilakukan dalam rangka patroli pengawasan dan pengendalian ketertiban masyarakat (Pamwasdaltib) dan operasi penyakit masyarakat (Pekat). Operasi yang dilakukan pada Jumat malam juga berhasil menyita 49 unit sepeda motor yang digunakan para remaja. Selain itu, petugas juga mengamankan barang-barang seperti botol minuman keras, spanduk kelompok, dan petasan yang diduga akan digunakan dalam tawuran.

Setelah berhasil mengamankan remaja dan barang bukti, mereka kemudian diarahkan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut. Selain menangani potensi tawuran, patroli gabungan juga menyasar Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah tersebut. Dalam operasi tersebut, beberapa orang juga berhasil dijaring oleh petugas.

Patroli gabungan tersebut melibatkan berbagai instansi mulai dari kepolisian, TNI, Satpol PP tingkat kecamatan dan kelurahan, hingga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Semua dilakukan sebagai langkah antisipasi gangguan ketertiban masyarakat, khususnya potensi tawuran remaja dan berbagai bentuk penyakit masyarakat di wilayah Jatinegara. Operasi dilakukan dengan dukungan sarana prasarana berupa kendaraan dinas operasional yang disediakan oleh berbagai instansi terkait.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Jatinegara, Teguh Nurdin Amali, memastikan bahwa selama pelaksanaan operasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terpantau aman dan terkendali. Patroli gabungan akan terus dilakukan secara rutin untuk mencegah potensi gangguan keamanan, terutama di waktu-waktu rawan seperti malam hari. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat di wilayah Jatinegara, serta menekan potensi tawuran remaja dan penyakit masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman dan kondusif bagi warga setempat.

Source link