Tragedi Minta Baju Lebaran: Istri Dibunuh Suami di Jakarta

by

Tradisi Membeli Baju Baru untuk Lebaran di Indonesia

Tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran seringkali tidak sebanding dengan pendapatan yang dimiliki. Ketimpangan ini bahkan pernah memicu tindak kriminal tragis pada masa kolonial. Salah satu peristiwa terjadi pada perayaan Idul Fitri 1350 H atau Januari 1932 di Jakarta (saat itu bernama Batavia). Seorang suami membunuh istrinya sendiri di Tanjung Priok karena masalah pembelian baju baru untuk Lebaran. Koran De Indische courant melaporkan bahwa sang istri meminta uang kepada suaminya, Telo bin Saleh, untuk membeli satu set pakaian baru menjelang Lebaran, namun permintaan itu ditolak oleh suami tersebut karena kondisi keuangan sulit.

Debat antara pasangan tersebut terus berlanjut hingga berujung pada pembunuhan tragis yang dilakukan oleh Telo bin Saleh terhadap istrinya. Tradisi membeli baju baru menjelang Lebaran ini sudah mengakar kuat di masyarakat Indonesia. Penasehat urusan Islam pemerintah kolonial Belanda, Snouck Hurgronje, mencatat dalam buku Aceh di Mata Kolonialis (1906) bahwa tradisi ini telah ada jauh sebelum tragedi pada 1932. Masyarakat di berbagai daerah Nusantara, termasuk di Batavia, memiliki kebiasaan membeli pakaian baru menjelang Lebaran.

Meskipun dianggap berlebihan oleh sebagian pejabat kolonial, seperti Stienmetz dan De Wolff, tradisi membeli baju baru untuk Lebaran tidak dilarang. Snouck Hurgronje berpendapat bahwa pelarangan tidak akan membuat masyarakat menjadi lebih hemat. Pesta Lebaran yang diadakan secara besar-besaran oleh banyak pegawai pribumi meskipun harus meminjam uang untuk biayanya, bukanlah alasan untuk melarang tradisi ini. Tradisi membeli pakaian baru menjelang Lebaran tetap berlangsung sebagai bagian dari perayaan yang istimewa bagi masyarakat Indonesia.

Source link