Sebuah insiden tragis terjadi di Desa Kopeang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, di mana seorang wanita hamil bernama Ratna terpaksa melahirkan di tepi jalan karena kondisi infrastruktur yang sangat buruk. Jalan yang penuh lumpur dan berlubang selama belasan kilometer menghentikan mobil yang membawa Ratna menuju fasilitas kesehatan terdekat. Situasi ini tidak hanya membahayakan nyawa ibu dan bayi, tetapi juga menyoroti kegagalan distribusi pembangunan di wilayah terpencil Indonesia.
Kerusakan jalan yang parah menghalangi ambulans dan tenaga medis untuk menyusul warga di daerah tersebut. Penduduk setempat menyatakan bahwa kendaraan tidak dapat melintas karena kondisi jalan yang buruk, sehingga mereka terpaksa memberikan bantuan untuk proses kelahiran di lokasi tersebut.
Dalam sebuah tulisan berjudul “Catatan dari Desa Bela-Kopeang: Negara yang Belum Sampai di Ujung Jalan”, Hajrul Malik menekankan bahwa meskipun secara administratif negara di sana, kenyataannya belum mencapai wilayah terpencil seperti Desa Kopeang. Negara gagal sepenuhnya mencapai ujung jalan, meninggalkan warganya untuk mengatasi masalah mereka sendiri.
Kondisi jalan yang sudah rusak bertahun-tahun tanpa perhatian serius dari pemerintah telah membuat akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan terbatas. Warga desa sering mengalami kesulitan serupa, sementara penduduk kota menikmati akses yang lebih mudah ke rumah sakit dan sarana transportasi. Situasi ini menunjukkan ketimpangan infrastruktur yang terus terjadi di Indonesia.





