Peringatan tsunami yang terjadi pada 1 April tidak boleh dianggap sebagai candaan April Mop. Hal ini terkait dengan kejadian mengerikan 80 tahun yang lalu, di mana tsunami yang terjadi pada tanggal tersebut dianggap sebagai lelucon oleh banyak warga, yang mengakibatkan kematian 165 orang. Peristiwa tragis ini berawal dari gempa berkekuatan M8,6 di Kepulauan Aleutian, Alaska, pada tahun 1946. Gempa ini kemudian menyebabkan longsoran bawah laut yang menghasilkan tsunami setinggi 42 meter hanya beberapa menit setelah gempa terjadi. Meskipun pusat gempa berada jauh dari Hawaii, getarannya masih terasa di sana. Karena belum ada sistem peringatan tsunami modern pada saat itu, banyak warga di Hawaii tidak menghiraukan getaran tersebut. Baru setelah 4-5 jam, tanda-tanda bahaya tsunami mulai terlihat, namun banyak yang masih tidak percaya. Tsunami akhirnya melanda pesisir Hawaii dengan gelombang setinggi 16 meter, menewaskan 159 orang di Hawaii dan beberapa orang di tempat lain. Kejadian ini memicu pembentukan sistem peringatan tsunami pertama di Pasifik oleh AS, yang berkembang menjadi Pacific Tsunami Warning System. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan bencana dan kebutuhan akan sistem peringatan yang kuat untuk melindungi nyawa manusia.
Tragedi Tsunami 16 Meter: 165 Nyawa Melayang pada ‘April Mop’





