Desa Hendrosari di Kabupaten Gresik memiliki luas sekitar 190 hektar dan dikenal sebagai sentra produksi legen, minuman tradisional yang berasal dari getah bunga lontar. Dengan ribuan pohon lontar yang tumbuh di desa ini, aktivitas ekonomi warga semakin berkembang. Pada tahun 2019, Desa Hendrosari mulai mengembangkan destinasi Wisata Edu Lontar Sewu melalui program PIID-Pel Kementerian Desa. Transformasi ekonomi desa ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BRI dengan program Desa BRILiaN.
Destinasi wisata ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Dengan terlibatnya puluhan tenaga kerja lokal dan puluhan UMKM, termasuk petani legen, destinasi ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Desa Hendrosari. Pemasaran legen yang sebelumnya dilakukan secara tradisional, kini lebih modern dengan langsung menjual produk ke wisatawan yang berkunjung.
BRI juga turut berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa dengan menyediakan akses pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan bantuan sarana produksi. Program Desa BRILiaN yang digagas oleh BRI telah menjangkau ribuan desa di seluruh Indonesia, termasuk Desa Hendrosari. Kolaborasi antara pemerintah, BUMDes, pelaku UMKM, dan dukungan dari BRI telah membuktikan bahwa pengelolaan potensi lokal yang terintegrasi dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui berbagai inisiatif ini, Desa Hendrosari terus bertransformasi menjadi desa wisata yang mandiri, produktif, dan kompetitif.





