Kisah Unik Masjid Soekarno di Rusia yang Jarang Diketahui Publik
Dalam sejarah panjang hubungan antara Indonesia dan Rusia, terdapat satu kisah yang jarang diketahui oleh publik luas. Pada Agustus 1956, Presiden pertama Indonesia, yaitu Soekarno, melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni Soviet. Saat berada di sana, Soekarno melihat sebuah bangunan tua yang tampak terbengkalai, namun insting sejarahnya mengatakan bahwa bangunan tersebut dulunya adalah sebuah masjid bersejarah.
Bangunan tersebut ternyata pada masa Perang Dunia II diubah menjadi gudang persenjataan, seperti yang banyak terjadi pada rumah ibadah di wilayah Soviet. Soekarno merasa tersentuh melihat bangunan tersebut tidak terawat, sebab masjid ini merupakan simbol sejarah Islam di Rusia dan dulunya menjadi pusat ibadah utama bagi Muslim di Leningrad.
Setelah bertemu dengan pemimpin Soviet, Nikita Khrushchev, Soekarno menyampaikan keinginannya agar bangunan ini dikembalikan fungsinya sebagai masjid. Permintaan ini didengar serius oleh Khrushchev, dan hanya 10 hari setelah kunjungan Soekarno, bangunan tersebut kembali difungsikan sebagai masjid.
Masjid ini kemudian direnovasi dan kembali dijadikan tempat ibadah umat Muslim di Leningrad. Kini, bangunan tersebut masih berdiri kokoh di St. Petersburg dengan julukan Blue Mosque, mengacu pada warna kubahnya. Banyak warga setempat bahkan menyebutnya sebagai “Masjid Soekarno” sebagai bentuk penghargaan atas peran Soekarno dalam menyelamatkan simbol penting sejarah Islam di Rusia.




