Jakarta (ANTARA) – Kondisi Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (28), disebut sudah mulai pulih setelah melewati perawatan intensif akibat serangan penyiraman air keras.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyampaikan bahwa Andrie telah menjalani serangkaian operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan saat ini kondisinya sudah membaik.
Diagnosa awal menunjukkan bahwa Andrie mengalami luka bakar 20 persen di bagian tubuh kanan dan kerusakan 40 persen di kornea mata kanannya.
Dimas menyatakan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh banyak pihak kepada Andrie dan KontraS dalam menangani kasus ini.
Sidang Perdana Kasus Penganiayaan Andrie Yunus
Pengadilan Militer II-08 Jakarta telah menjadwalkan sidang perdana kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis Andrie Yunus untuk Rabu (29/4) mendatang.
Hadir dalam sidang tersebut empat terdakwa yang merupakan anggota militer aktif, terdiri dari tiga perwira dan satu bintara.
Keempat terdakwa sudah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya dan kini menghadapi sidang setelah berkas perkara mereka dilimpahkan ke pengadilan dengan nomor register 55/K/207/AL-AU/IV/2026.
Delapan saksi akan dihadirkan dalam persidangan, dengan lima di antaranya merupakan anggota militer dan tiga lainnya dari kalangan sipil.
Rekomendasi Komnas HAM
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah merekomendasikan penguatan penanganan hukum terkait kasus yang menimpa Andrie Yunus.
Sementara tim advokasi terus mendesak dukungan publik untuk mengawal kasus ini agar keadilan dapat ditegakkan.
Informasi lebih lanjut dapat dilihat di sumber ini.





