Review Film Nobody Loves Kay: Kairi ONIC, Memukau Gamer Indonesia

by





Atlet E-sport Kairi ONIC Puas dengan Film “Nobody Loves Kay” yang Mengangkat Cerita Perjuangannya

JAKARTA – Atlet e-sport ternama, Kairi ONIC, merasa puas setelah menonton film “Nobody Loves Kay” yang mencerminkan sebagian kisah hidupnya. Film ini berhasil membawa kembali momen emosional dari perjalanan Kairi dalam dunia kompetitif e-sport.

Kisah Emosional dan Perjuangan

Meskipun hanya menonton versi kedua dari film tersebut, Kairi merasa tersentuh dengan cara cerita di dalamnya disajikan. Ia mengaku film tersebut mampu membawanya kembali pada masa-masa sulit yang pernah ia alami bersama teman-temannya, termasuk sosok yang diadaptasi menjadi karakter Ido dalam film.

“Sangat puas. Waktu menonton film itu, saya jadi teringat kembali momen-momen haru perjuangan saya bersama teman-teman,” ujar Kairi dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, pada Kamis (28/5/2026).

Kairi juga menyatakan bahwa menyaksikan kembali perjalanan hidupnya melalui film memberikan refleksi emosional yang mendalam baginya. Ia juga mengungkapkan antusiasmenya untuk menonton film secara lengkap dalam versi finalnya bersama penonton lain di bioskop saat penayangan perdana pada 4 Juni 2026.

Harapan dan Inspirasi dari Film

Produser eksekutif Angga Dwimas Sasongko dari Visinema juga memberikan pandangan tentang kualitas proyek ini. Menurutnya, film “Nobody Loves Kay” berhasil menggabungkan narasi yang kuat dengan standar kualitas produksi Visinema yang terkenal konsisten.

Melalui kisah nyata Kairi, film ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda, terutama komunitas gamer dan penggiat e-sport, tentang pentingnya dedikasi dan dukungan dari sahabat dalam meraih impian besar.

“Kami di Visinema sangat senang bisa bergabung. Ini adalah momen istimewa bagi kami sangat membanggakan untuk bersama teman-teman produser, penulis, sutradara, semua filmmaker yang terlibat di sini dan juga terutama juga aktor-aktornya yang menurut saya, kita bisa lihat sendiri di sini masih muda-muda, jadi kita masih punya banyak harapan lah untuk film Indonesia, gitu,” kata Angga.

“Simpelnya kalau enggak puas, mungkin saya enggak di sini, iya kan? Malu gitu kan? Tapi, ini film yang membuat berani karena ini film yang sangat unik,” tambahnya.

Angga berharap pesan moral yang disampaikan melalui film “Nobody Loves Kay” dapat diterima dengan baik oleh penonton.

[Hendro Susilo]


Source link