Anak Muda China Berbondong-Bondong Jadi Gembala Domba: Fenomena Menarik!

by

Lowongan Gembala Domba di China Dibanjiri 700 Pelamar

Sebuah lowongan kerja unik di China mendadak viral setelah dibanjiri lebih dari 700 pelamar. Lowongan sebagai penggembala domba di wilayah terpencil mendapat perhatian luas dari berbagai latar belakang pekerjaan, termasuk lulusan perguruan tinggi dan karyawan kantoran di kota-kota besar.

Meningkatkan Kesadaran akan Sulitnya Mencari Pekerjaan

Terkait lowongan tersebut, beredar perbincangan mengenai kesulitan mencari pekerjaan di China. Fenomena ini mencerminkan tekanan yang dihadapi pasar tenaga kerja China, di mana lapangan pekerjaan di perkotaan semakin tidak menarik dan kompetitif.

Meskipun tingkat pengangguran resmi sedikit di atas 5%, banyak pekerja di China yang mengalami setengah menganggur (underemployment). Budaya kerja yang keras dengan jam kerja panjang juga membuat kondisi pasar kerja semakin menantang.

Mencari Pasangan Suami Istri sebagai Gembala Domba

Penawaran gaji yang tinggi sebesar 8.000 yuan atau sekitar Rp18 juta per bulan (kurs Rp2.250 per yuan) memikat para pelamar. Namun, pekerjaan sebagai penggembala domba tidaklah mudah. Selain mengurus ribuan domba, para pekerja juga harus bertahan di tengah suhu musim dingin yang mencapai minus 30 derajat Celsius.

Perusahaan dan pekerja di China semakin merasakan dampak dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan faktor-faktor lain berpotensi memperburuk kondisi pasar tenaga kerja di China dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan terbatasnya lapangan pekerjaan yang menarik di perkotaan, banyak lulusan baru dan pekerja yang beralih profesi mencari peluang kerja di sektor pertanian, seperti menjadi penggembala domba, meskipun tantangannya tidak mudah.

Source link