Fenomena Teror Pocong dan Ekonomi di Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena kemunculan hantu pocong di berbagai daerah di Indonesia ternyata bukan hal baru dalam sejarah. Belakangan sempat viral soal fenomena tersebut di jagat maya.
Dari masa Orde Baru, teror hantu pocong atau makhluk gaib lain juga sudah ada. Menariknya, kemunculan isu-isu tersebut kerap terjadi saat kondisi ekonomi sedang sulit.
Teror Hantu Pocong di Masa Lalu
Dalam studi berjudul “Mistisisme Pocong Sebagai Representasi Arwah Gentayangan” (2023), pocong sendiri memang dikenal sebagai sosok arwah yang terbungkus kain kafan dan dipercaya belum menemukan ketenangan setelah kematian. Soal teror pocong, Harian Berita Yudha (19 November 1984) pernah memberitakan keresahan warga Purwokerto akibat kemunculan hantu tersebut.
Empat tahun setelahnya harian Neraca (31 Oktober 1988) juga menyoroti isu teror pocong. Pocong tersebut meneror rumah warga agar takut keluar rumah saat malam. Barulah saat sepi, pocong tersebut melancarkan aksi kejahatan terhadap bangunan usaha.
Kemunculan Teror Pocong di Masa Krisis
Pada tahun 1997, teror pocong kembali menghebohkan masyarakat, seperti contohnya di Ciamis, Jawa Barat. Sasaran kemunculan pocong adalah anak perempuan di bawah usia 17 tahun dan anak laki-laki di bawah lima tahun.
Setahun berselang, pada 1998, suasana mencekam kembali muncul di Jawa Timur. Kali ini bukan hanya soal pocong, tetapi juga isu “ninja misterius” yang merebak setelah maraknya pembunuhan dukun santet di Banyuwangi.
Hubungan Dengan Kondisi Ekonomi
Jika dikaitkan dengan konteks ekonomi masa itu, fenomena teror pocong dan makhluk gaib tersebut kerap muncul saat kondisi sosial dan ekonomi sedang tegang. Periode-periode tersebut merupakan masa sulit bagi perekonomian nasional yang dapat memicu kepanikan di masyarakat.
Fenomena-fenomena tersebut memperlihatkan isu makhluk gaib dan teror misterius kerap muncul di tengah situasi sosial yang tegang. Di Indonesia, cerita soal pocong ternyata bukan sekadar kisah horor, tetapi juga bagian dari dinamika sosial yang berulang dalam sejarah.




