Juru Selamat RI di Tengah Krisis Ekonomi: Peran Utama yang Menguatkan, Bukan Hanya Presiden dan Menkeu

by




Sultan Yogyakarta Bantu RI Saat <a href="https://portalkompas.co/2026/06/03/fenomena-teror-pocong-di-tengah-kesulitan-ekonomi-indonesia/">Krisis Ekonomi</a>

Sultan Yogyakarta Jadi Juru Selamat RI dengan Bantuan Fantastis

Jakarta, CNBC Indonesia – Saat ekonomi Indonesia dilanda kesulitan, muncul sosok ‘juru selamat’ yang membantu pemerintah keluar dari krisis keuangan. Sosok tersebut bukan presiden atau menteri keuangan, melainkan Sultan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang memberikan bantuan dana fantastis kepada negara.

Sultan Yogyakarta Buka Kantong untuk RI di Tengah Krisis

Krisis terjadi pada 1949 ketika situasi politik dan keuangan Indonesia sedang terpuruk. Presiden Soekarno dan Wapres Hatta tidak memiliki dana untuk menjalankan pemerintahan. Melihat kondisi ini, Sultan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, menawarkan bantuan berupa cek senilai 6 juta gulden kepada Soekarno, menjadi langkah penyelamat bagi administrasi negara.

Pengorbanan Sultan Hamengkubuwono IX untuk Indonesia

Dana yang diberikan Sultan Hamengkubuwono IX bukan hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi modal penting yang memungkinkan pemerintahan Republik Indonesia bangkit kembali. Pengorbanan tersebut memungkinkan aktivitas diplomasi Indonesia di luar negeri dapat berjalan kembali.

Meskipun Yogyakarta nyaris kehabisan cadangan dana, Sultan tetap mengutamakan kepentingan Republik Indonesia. Beliau bahkan membiarkan pemerintahan berjalan di Jakarta, meskipun kondisi keuangan Yogyakarta sendiri sedang dalam keterpurukan.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX memang dikenal sebagai sosok dermawan sejak lama. Sebelumnya, saat agresi militer Belanda, Sultan telah membuka harta keraton untuk membantu rakyat yang membutuhkan, tanpa menghitung total besaran bantuan yang telah diberikan.

Setelah kondisi politik kembali stabil, Sultan Hamengkubuwono IX tetap berperan penting dalam pemerintahan Indonesia. Di tahun 1973, beliau diangkat sebagai Wakil Presiden ke-2 Indonesia mendampingi Presiden Soeharto. Sri Sultan Hamengkubuwono IX wafat pada 2 Oktober 1988 dan diingat sebagai salah satu tokoh berjasa dalam sejarah Indonesia.


Source link