Pria Non Muslim Nekat Terobos Makkah dan Pulang Sebagai Mualaf

by

Terobos Makkah: Kisah Pria Non-Muslim yang Pulang Sebagai Mualaf

Jakarta, CNBC Indonesia – Memiliki impian untuk pergi ke tanah suci Makkah adalah hal yang sangat diinginkan oleh umat Muslim dari berbagai penjuru dunia. Namun, aturan ketat yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi membuat orang non-Muslim dilarang untuk memasuki kota suci tersebut. Kisah unik dialami oleh seorang pria non-Muslim yang nekat terobos Makkah, yakni Snouck Hurgronje, yang akhirnya berujung pula alaf.

Perjalanan Menakjubkan Snouck Hurgronje

Snouck Hurgronje lahir dalam lingkungan keluarga Kristen yang taat di Belanda. Namun, ketertarikannya terhadap Islam membawanya pada sebuah perjalanan yang mengubah hidupnya. Sejak usia belasan tahun, Snouck mulai menjelajahi dunia Islam dengan membaca literatur dan mempelajari kebudayaannya. Penelitiannya tentang Islam bahkan membuatnya akhirnya memutuskan untuk menerobos Makkah pada tahun 1884.

Dengan dana dari pemerintah Belanda, Snouck tiba di Arab Saudi dan tinggal di Jeddah. Namun, sulit bagi seorang non-Muslim untuk masuk ke Makkah. Oleh karena itu, Snouck Hurgronje mengubah namanya menjadi Abdul Ghaffar dan memutuskan untuk memeluk agama Islam dengan mengucap dua kalimat syahadat pada tahun 1885.

Keputusannya ini memicu berbagai tanggapan dari berbagai pihak, ada yang meragukan keikhlasannya dan menganggapnya sebagai alasan untuk kemudahan masuk ke Makkah. Namun, Snouck berhasil membuktikan keyakinannya dengan melakukan sunat sebagai salah satu kewajiban seorang Muslim dewasa.

Perjalanan di Tanah Suci

Ketika tiba di Makkah, Snouck mengalami kesulitan untuk diterima oleh polisi Arab Saudi karena penampilannya yang berasal dari Eropa. Hanya dengan menunjukkan bukti bahwa dia telah disunat, Snouck berhasil meyakinkan pihak berwenang bahwa dia adalah seorang Muslim. Sehingga, dia pun diizinkan untuk memasuki Makkah.

Selama tinggal di Makkah, Snouck berhasil menyamar sebagai seorang ilmuwan Muslim. Namun, keberadaannya terbongkar setelah 6 bulan dan dia diusir dari kota suci tersebut. Meskipun demikian, Snouck berhasil menyelesaikan penelitian yang dilakukannya dan akhirnya menjadi penasihat khusus pemerintah Belanda terkait kehidupan umat Muslim di Indonesia.

Dengan kesungguhan dan ketertarikannya terhadap Islam, Snouck Hurgronje telah menunjukkan bahwa kebebasan untuk memilih agama serta keinginan untuk belajar tentang keberagaman keyakinan adalah hak setiap individu.

Source link