Presiden RI dan Mantan Presiden: Hubungan Retak yang Menyita Perhatian

by

Soeharto dan Habibie: Dari Kerjasama Hingga Keretakan

Jakarta, CNBC Indonesia – Hubungan antara presiden dan mantan presiden di Indonesia tak selalu berjalan harmonis. Salah satu keretakan paling terkenal terjadi antara Presiden ke-2 RI Soeharto dan penerusnya, Presiden ke-3 RI B.J. Habibie.

Habibie merupakan salah satu orang kepercayaan Soeharto, namun setelah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998 dan Habibie menggantikannya sebagai presiden, semua berubah. Menurut pengakuan dalam memoar, Habibie kesulitan bertemu dengan Soeharto. Kontak pertama mereka setelah pergantian kekuasaan hanya terjadi melalui telepon.

Kekecewaan Soeharto Terhadap Habibie

Langkah-langkah politik yang diambil oleh Habibie, terutama terkait referendum Timor Timur pada 1999, membuat Soeharto kecewa. Keputusan tersebut dianggap sebagai penghinaan besar dan memperdalam keretakan hubungan di antara keduanya. Bahkan, ketika Habibie mencoba bersilaturahmi, Soeharto tidak memberikan respons.

Sejak saat itu, hubungan antara Soeharto dan Habibie tidak pernah pulih. Meskipun Habibie mencoba menjenguk Soeharto yang sakit, upayanya tidak pernah membuahkan hasil. Ketegangan di antara keduanya berlangsung sampai Soeharto wafat pada Januari 2008.

Kesimpulan

Sejarah hubungan antara Soeharto dan Habibie menunjukkan bahwa meskipun awalnya memiliki hubungan yang erat, perbedaan pandangan dan keputusan politik telah merusak hubungan mereka. Kekecewaan dan perasaan tersinggung memainkan peran penting dalam memperdalam jurang di antara kedua tokoh penting ini dalam sejarah Indonesia.

Sumber

Source link