Polda Metro Jaya Ungkap Enam Kasus Narkoba Paling Menonjol
Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya telah mengungkap enam kasus narkoba paling menonjol selama paruh pertama tahun 2026. Dalam sebuah konferensi pers di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Jakarta, Kombes Pol Ahmad David dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya memaparkan rincian pengungkapan kasus-kasus tersebut.
Kasus Clandestine Lab Vape Etomidat
Salah satu kasus yang dibongkar adalah Clandestine Lab Vape Etomidat yang terjadi di tiga lokasi apartemen di Jakarta. Polisi berhasil mengamankan delapan tersangka dalam kasus ini. Para pelaku telah menyamarkan apartemen sebagai ruang produksi, dengan barang bukti berupa ribuan cartridge vape, serbuk etomidate, dan cairan etomidate.
Laboratorium Gelap Pil Koplo
Kemudian, terdapat kasus laboratorium gelap pil koplo yang berkedok gudang pakan ternak di Semarang dan Jakarta. Dalam kasus ini, empat tersangka berhasil ditangkap bersama dengan ratusan ribu butir pil karisoprodol dan ton prekursor narkotika.
Selain itu, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya juga mengungkap kasus industri rumahan ekstasi yang dikendalikan oleh jaringan China, penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang melibatkan sindikat dari Malaysia, China, dan Medan, pembuatan obat-obatan keras berbahaya, dan peredaran narkotika ganja dari jaringan Medan-Jakarta.
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya dalam melakukan penegakan hukum terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba guna melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.





