SURABAYA – Ribuan penonton terpingkal-pingkal saat menyaksikan special screening film ‘Foufo’ di Kencana Baja Hall Surabaya. Film ini merupakan karya Skak Studios dan Sinemart yang mengangkat kisah komedi fiksi ilmiah yang unik.
Antusiasme Tinggi dari Warga Surabaya
Kisah film ‘Foufo’ dimulai ketika sekelompok alien jatuh ke bumi dan ditemukan oleh keluarga Madura yang tengah berkeinginan untuk naik haji. Mereka diberi nama ‘Foufo’ dengan dialek khas Madura. Keunikan film ini juga terletak pada keterlibatan para pemain lokal dari Surabaya dan Madura.
Proses casting film ‘Foufo’ melibatkan lebih dari 2.500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Madura. Sebagian besar pemeran utama ditemukan melalui proses casting tersebut, termasuk pemeran Ibu Saiqona, yang berhasil dipercaya kepada Siti Kam.
Kolaborasi Lokal yang Sukses
Lokalitas juga ditekankan dalam pembuatan film ini dengan kolaborasi bersama studio animasi asal Surabaya, Hompimpa. Hasilnya, animasi karakter alien dalam film ‘Foufo’ tak kalah dengan standar nasional maupun internasional.
Produser dan sutradara film, Bayu Skak, sangat bangga dapat melibatkan warga Surabaya dan Jawa Timur dalam film ini. Antusiasme warga terlihat dari terjualnya seluruh tiket special screening dan Madura Fest ‘Foufo’ di Surabaya.
Perjalanan Film ‘Foufo’
‘Foufo’ disutradarai oleh Bayu Skak dan dibintangi oleh sejumlah aktor lokal seperti Tretan Muslim, Habib Jafar, dan Ade ‘Bibier’ Kurniyawan. Film ini mengisahkan tentang alien ‘Foufo’ yang membantu keluarga Madura menyelesaikan masalah, namun menghadirkan konflik saat tenggat waktu haji tiba.
Film ‘Foufo’ berhasil menarik perhatian penonton dengan humor khas dan cerita yang unik. Diharapkan film ini dapat menjadi pengantar tawa bagi penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.



