Filosofi Sukses ala Gobel untuk Kekayaan

by

Rachmat Gobel dan Warisan Falsafah Pohon Pisang

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Kepergian pengusaha nasional Rachmat Gobel menjadi duka bagi dunia usaha Indonesia. Warisan pemikiran ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, yang dikenal sebagai Falsafah Pohon Pisang, terus menjadi pegangan perusahaan keluarga Gobel.

Perjalanan Thayeb Mohammad Gobel

Pria asal Gorontalo ini memulai perjalanan kesuksesannya dengan merantau ke Makassar dan Pulau Jawa sebelum akhirnya membangun kerajaan bisnis elektronik yang terkenal dengan merek Panasonic. Gobel pernah bekerja di beberapa perusahaan sebelum akhirnya mendirikan usahanya sendiri.

Pada pertengahan 1950-an, Gobel mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing Co. bersama sejumlah rekannya. Berbekal pinjaman dari Bank Industri Nasional, mereka memulai produksi radio bermerek Tjawang.

Filosofi Pohon Pisang

Pertemuan Gobel dengan Konosuke Matsushita, pendiri Matsushita Electric Industrial Co, di Jepang, menjadi titik balik perjalanan bisnisnya. Mereka mendirikan PT National Gobel berdasarkan perpaduan Falsafah Pohon Pisang Gobel dan Falsafah Air Matsushita.

Menurut situs Panasonic, Gobel mengartikan Pohon Pisang sebagai simbol bahwa perusahaan harus memberi manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam membangun industri elektronik nasional.

Filosofi tersebut mencerminkan keyakinan Gobel bahwa sebuah perusahaan harus menciptakan nilai bagi masyarakat, seperti halnya pohon pisang yang seluruh bagiannya berguna. Gobel juga memandang industri bukan sekadar alat untuk meraih keuntungan, melainkan sarana untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Warisan pemikiran dan prinsip bisnis ini turut diwariskan kepada generasi penerus keluarga Gobel, termasuk Rachmat Gobel. Hal ini menjadikan Panasonic sebagai salah satu perusahaan elektronik terbesar di Indonesia yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut.

Bagi Thayeb Gobel, keberhasilan suatu bisnis tidak hanya diukur dari keuntungan yang didapat, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Source link