Menteri RI yang Tangguh dalam Membongkar Kasus Korupsi
Naskah ini memberikan insight menarik seputar sejarah Indonesia yang relevan hingga saat ini. Salah satu cerita menarik adalah tentang seorang menteri yang berhasil membongkar berbagai kasus besar dengan dukungan aparat militer. Menteri ini adalah J.B. Sumarlin, yang menjabat sebagai Menteri Negara Penertiban dan Pendayagunaan Aparatur Negara pada tahun 1973-1983.
Operasi Tertib yang Mencengangkan
Pada tahun 1977, Presiden Soeharto menugaskan J.B. Sumarlin sebagai Koordinator Operasi Tertib (Opstib) Pusat. Operasi ini bertujuan untuk memberantas berbagai praktik korupsi di lingkungan aparatur negara, seperti pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, dan penyelewengan lainnya. Dengan dukungan Kopkamtib yang dipimpin oleh Laksamana TNI Sudomo, Sumarlin dan timnya berhasil mengungkap banyak kasus selama delapan bulan pelaksanaan.
Berbagai Kasus Terbongkar
Kasus pertama yang diungkap oleh Opstib adalah terkait mafia pengadilan di Indonesia. Tidak hanya itu, operasi ini juga meluas ke sektor perbankan, kepegawaian, dan pertanahan. Di sektor pertanahan misalnya, praktik pungutan liar dalam pengurusan izin mendirikan bangunan berhasil diungkap. Berbagai oknum, termasuk pejabat tinggi negara, terlibat dalam praktik korupsi ini.
Selama delapan bulan pelaksanaan Opstib, sebanyak 2.116 pejabat terjaring dalam 1.290 kasus. Mereka yang terbukti bersalah dikenai sanksi administratif maupun diproses secara hukum. Keberhasilan operasi ini membuat Opstib dikenal sebagai momok yang ditakuti oleh para pelaku korupsi.
J.B. Sumarlin sendiri mengaku bahwa Laksamana Sudomo memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan tugasnya. Keberhasilan Opstib tidak terlepas dari peran serta dan kerjasama antara Sudomo dan Sumarlin dalam menegakkan hukum dan menindak tegas para pelaku korupsi.



