Raden Ajoe: Dukun Pembohong yang Berhasil Raup Miliaran Rupiah
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah dan menggali kisah menarik masa lalu dengan relevansinya di masa kini.
Jakarta, CNBC Indonesia – Pada tahun 1949, seorang wanita di Jakarta bernama Raden Ajoe sukses mencuri perhatian banyak orang dengan modus tipuannya yang cerdik. Berpura-pura memiliki koneksi dengan orang berpengaruh, wanita yang mengaku sebagai dukun sekaligus peramal ini berhasil meraup keuntungan besar.
Modus Operandi Raden Ajoe
Raden Ajoe menyebarkan informasi bahwa dia bisa melihat masa depan dan mengetahui lokasi harta karun yang terpendam di bawah lantai rumah seseorang. Untuk mewujudkan klaimnya, dia melakukan ritual pemanggilan arwah dengan meminta uang kepada calon korban.
Menyakinkan korban bukanlah perkara sulit bagi Raden Ajoe. Dengan berpura-pura menelepon seorang ‘orang kaya’ yang katanya sering berada di Istana Negara, prestise dan kredibilitasnya semakin meningkat di mata para calon korban.
Penipuan Terbongkar
Hingga suatu hari, seorang pengusaha China mulai curiga ketika melihat Raden Ajoe bermain sandiwara dengan berpura-pura menelepon orang kaya di Istana Negara. Pengusaha tersebut dengan bijak melaporkan aksi penipuan Raden Ajoe kepada pihak berwajib, dan akhirnya seluruh modus tipu muslihat wanita tersebut terbongkar.
Raden Ajoe bukanlah seorang dukun sejati, melainkan pengangguran yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat. Dalam aksinya, wanita ini juga tidak hanya beroperasi di Jakarta, melainkan juga di kota-kota lainnya seperti Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa Raden Ajoe telah berhasil menipu korban hingga mencapai kerugian hingga 175.570 gulden. Sejumlah uang fantastis juga telah berhasil dikumpulkannya, yang pada nilai saat ini mengejutkan.
Konversi dari keuntungan yang diperoleh Raden Ajoe dalam bentuk emas di masa itu menjadi sangat signifikan, jika dihitung berdasarkan harga emas saat ini, kerugian yang dia timbulkan pada para korban mencapai angka fantastis.



